Kepala Desa Bulu Parigi Bantah Tuduhan Pimpin Aksi Massa di Wilayah Sengketa Tawiora

PASANGKAYU, NEWSPAS.NET— Kepala Desa Bulu Parigi, Sukma, menanggapi beredarnya pemberitaan yang menuding dirinya diduga memimpin aksi kelompok Aliansi Masyarakat Tawiora dalam panen massa wilayah sengketa antara masyarakat dan perusahaan PT LTT yang berada di Desa Tawiora, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala.

 

Akibat dari aksi tersebut, terjadi kericuhan antara masyarakat dan pihak keamanan perusahaan. Dalam insiden itu, salah satu warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tawiora dilaporkan mengalami luka serius, dengan kondisi tangan hampir putus akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh oknum keamanan perusahaan yang dikenal masyarakat sebagai “centeng perusahaan”.

 

Pemberitaan yang beredar juga menyebutkan bahwa Kepala Desa Bulu Parigi diduga menggerakkan sekitar 100 orang massa Aliansi Masyarakat Tawiora hingga berujung bentrokan.

 

Menanggapi tudingan tersebut, Sukma dengan tegas membantah keterlibatannya.

Melalui telepon WhatsApp pada hari Minggu 8 Februari 2026 Ia menjelaskan bahwa pada saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi, melainkan sedang berada di Pasangkayu bersama bendahara desa untuk membuka rekening desa.

 

“Setelah kembali dari Pasangkayu, saya masuk ke wilayah sengketa hanya untuk menemui istri saya yang berada di sana. Tidak lama kemudian, saya dihubungi oleh Kapolsek Rio Pakava untuk bersama-sama mendatangi lokasi massa Aliansi Masyarakat Tawiora,” jelas Sukma.

 

Namun, setibanya di lokasi bersama Kapolsek Rio Pakava, Sukma menyatakan bahwa bentrokan antara masyarakat Aliansi dan pihak perusahaan sudah terlebih dahulu terjadi.

 

Ia menilai pemberitaan yang menuding dirinya sebagai penggerak massa adalah berlebihan dan tidak berdasarkan fakta, serta telah mencemarkan nama baiknya sebagai Kepala Desa Bulu Parigi, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

 

“Saya tidak pernah menggerakkan massa maupun memimpin aksi apa pun. Tuduhan tersebut sangat merugikan saya secara pribadi maupun sebagai kepala desa,” tegasnya.

 

Sukma berharap agar media dan pihak-pihak terkait dapat menyampaikan informasi secara berimbang dan mengedepankan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(Dar)