POLDA SULBAR, NEWSPAS.NET – Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta bersama Wakapolda Sulbar dan sejumlah pejabat utama Polda Sulbar menghadiri secara langsung pembukaan Festival Rakyat Nusantara 2026 yang berlangsung meriah di Anjungan Pantai Manakarra, Kamis (9/7/2026).
Kehadiran Kapolda Sulbar menjadi wujud nyata dukungan Polri terhadap upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Bumi Malaqbi.
Pembukaan festival berlangsung semarak dengan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai kalangan. Panggung utama menampilkan beragam hiburan, mulai dari tarian adat yang sarat nilai budaya, penampilan Band Siamasei Polda Sulbar, hingga aksi sejumlah artis lokal berbakat.
Suasana semakin hidup dengan hadirnya ratusan stan UMKM yang memamerkan berbagai produk unggulan Sulawesi Barat, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil olahan pertanian dan perikanan khas daerah.
Rangkaian pembukaan diawali dengan sejumlah sambutan yang mengusung semangat kebersamaan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Barat, Zaneth Raodathul Djannah selaku Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan festival.
“Kegiatan ini kami rancang murni sebagai pesta rakyat. Tujuannya bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci sukses penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026.
Sementara itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta yang menjadi salah satu pembicara utama mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat menghadiri festival tersebut.
Menurutnya, kemeriahan yang tercipta merupakan bukti kuat bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Namun demikian, Kapolda menegaskan bahwa tujuan utama festival bukan hanya menghadirkan hiburan, melainkan menciptakan dampak ekonomi yang mampu dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah, malam ini kita menyaksikan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Kegiatan ini membuktikan bahwa ketika kita bersinergi, banyak hal besar yang dapat diwujudkan demi kepentingan bersama. Festival Rakyat Nusantara bukan sekadar pesta rakyat, tetapi momentum untuk mengangkat harkat dan martabat produk-produk asli buatan masyarakat Sulawesi Barat,” tegasnya.
Kapolda juga menegaskan komitmen Polda Sulbar dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang aman dan nyaman bagi para pelaku UMKM.
Usai pembukaan resmi, Kapolda Sulbar bersama para pejabat dan tamu undangan berkeliling mengunjungi stan-stan UMKM. Ia menyapa para pelaku usaha, berdialog mengenai produk yang dipasarkan, proses produksi, hingga perkembangan omzet penjualan.
Interaksi tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus wujud perhatian Polri terhadap potensi ekonomi lokal yang dimiliki masyarakat Sulawesi Barat.
Dengan dukungan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat, Festival Rakyat Nusantara 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan ekonomi kerakyatan yang semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.
(Humas Polda Sulbar)





