DONGGALA, NEWSPAS.NET — Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Towiora menyayangkan tindakan keluarga salah satu pemuda yang sebelumnya terlibat perkelahian, yang nekat mendatangi pondok Aliansi di lokasi sengketa PT Lestari Tani Teladan (PT. LTT) pada dini hari, Rabu (9/7), sekitar pukul 02.00 WITA.
Kedatangan keluarga tersebut dinilai tidak etis dan berpotensi memperkeruh suasana, mengingat posisi pondok Aliansi berada di kawasan yang tengah bersengketa antara warga dan pihak perusahaan.
Salah satu pemuda Towiora, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (10/7), mengungkapkan bahwa langkah tersebut seharusnya ditempuh melalui jalur yang lebih tepat, seperti melapor atau berdiskusi terlebih dahulu dengan aparat desa, bukan dengan mendatangi pondok secara langsung, apalagi di tengah malam.
“Kenapa harus datang ke pondok kami kalau memang mau selesaikan baik-baik? Ini pondok masih dalam proses sengketa, dan kenapa harus bawa-bawa Brimob ke lokasi seperti ini? Seharusnya mereka ke rumah kepala desa dulu,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia juga menilai kehadiran aparat bersenjata dari unsur Brimob dalam situasi yang tidak formal bisa menimbulkan kesan intimidatif, terlebih terhadap pemuda yang selama ini menjaga eksistensi pondok sebagai simbol perlawanan masyarakat terhadap konflik agraria di wilayah mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun aparat desa terkait maksud dan tujuan kedatangan mereka ke pondok Aliansi pada waktu tersebut. Namun pemuda Aliansi berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang lebih bijak dan sesuai prosedur.(As)





