POLDA SULBAR, NEWSPAS.NET – Selama sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Marano 2026 yang berlangsung sejak 2 Februari 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat terus menggencarkan berbagai langkah strategis guna mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.
Operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan upaya sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat luas terkait pentingnya tertib berlalu lintas.
Salah satu prioritas utama dalam operasi tersebut adalah meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap ditimbulkan oleh penggunaan travel gelap, yakni kendaraan yang tidak memiliki izin operasional resmi.
Kendaraan jenis ini, baik untuk angkutan barang maupun penumpang, tidak memberikan jaminan santunan atau perlindungan apabila terjadi kecelakaan. Hingga saat ini, Ditlantas Polda Sulbar telah melakukan tindakan serta memberikan pemahaman kepada lima pelaku penggunaan travel gelap.
Berdasarkan data selama satu pekan pelaksanaan operasi, tercatat sebanyak 899 pelanggaran lalu lintas yang ditindak, dengan rincian sebagai berikut:
Pelanggaran ETLE: 5 kasus
Pelanggaran non-ETLE: 38 kasus
Teguran terhadap pelanggar ringan: 832 kasus
Travel gelap: 5 kasus
Kendaraan over dimension dan over loading: 19 kasus
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, jumlah pelanggaran tercatat sebanyak 464 kasus. Dengan demikian, pada tahun 2026 terjadi peningkatan sebanyak 435 kasus.
Dirlantas Polda Sulbar, Kombes Pol Nurhadi Ismanto, menyampaikan bahwa peningkatan angka pelanggaran tersebut tidak serta-merta menjadi indikator negatif, melainkan menunjukkan meningkatnya intensitas pengawasan dan penindakan di lapangan.
“Kami berharap melalui Operasi Keselamatan Marano 2026 ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya keselamatan berlalu lintas dan menjadi pengguna jalan yang tertib serta disiplin,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Ditlantas Polda Sulbar untuk terus menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berkaitan dengan kendaraan over loading dan travel gelap yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Selain itu, Ditlantas Polda Sulbar akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan serta memperluas cakupan sosialisasi ke berbagai wilayah di Sulawesi Barat guna menjaga kondisi kamseltibcarlantas tetap optimal.
Humas Polda Sulbar








