POLDA SULBAR, NEWSPAS.NET – Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah, Jumat (13/3/2026), di Gedung Pusat Dakwah Islam Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Barat.
Pertemuan tersebut dihadiri Dir Intelkam Polda Sulbar, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulbar, Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju, serta pengurus dari berbagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah seperti Aisyiyah, Lazismu, Pemuda Muhammadiyah dan Hizbul Wathan Provinsi Sulawesi Barat.
Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Barat yang menyambut langsung Kapolda beserta rombongan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Ia menyatakan bahwa Polri dan Muhammadiyah telah memiliki hubungan yang sangat erat sejak lama.
“Melalui silaturahmi ini, kita ingin terus mempererat hubungan, memperkuat sinergitas serta membangun kolaborasi,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat Sulawesi Barat saat ini dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan aman. Hal tersebut tidak terlepas dari peran Polri yang terus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan, khususnya saat pelaksanaan salat tarawih.
“Kami berharap kepolisian tetap berada di garda terdepan menjaga keamanan, serta bersama-sama menyiapkan sumber daya manusia dan kelembagaan yang kuat,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju menyampaikan bahwa saat ini kampus Muhammadiyah telah memiliki tujuh jurusan dengan akreditasi baik. Selain itu, terdapat sejumlah program dan rencana kerja sama yang akan terus dikembangkan ke depan melalui berbagai kegiatan dan kemitraan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sulbar mengungkapkan bahwa Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk terus maju.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat bersilaturahmi setelah menjabat sebagai Kapolda selama kurang lebih tujuh bulan.
“Saya sangat berbahagia dapat bersilaturahmi dan mempererat hubungan serta sinergitas dengan semua pihak,” ujar Kapolda.
Dengan latar belakang penugasan sebelumnya di Jawa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kementerian Pariwisata, Kapolda turut menyampaikan beberapa poin penting terkait pemanfaatan media sosial.
Menurutnya, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak. Pasalnya, konten mengenai kejahatan yang terlalu banyak beredar dapat memengaruhi citra suatu daerah di mata masyarakat luar, termasuk di tingkat internasional.
Ia juga menyoroti budaya dan potensi Sulawesi Barat yang dinilai sangat besar. Selain itu, masyarakat Sulbar dikenal ramah sehingga menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah.
“Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, Sulawesi Barat akan menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” jelasnya.
Kapolda berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara Polri dan Muhammadiyah.
“Semoga pertemuan ini menjadi awal kerja sama dan silaturahmi yang berkelanjutan untuk kemajuan Sulawesi Barat,” tutup Kapolda.
Humas Polda Sulbar








