POLDA SULBAR, NEWSPAS.NET, – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulbar melalui Subdit I Indagsi, mengungkap kasus peredaran oli palsu yang terjadi di wilayah hukumnya belum lama ini. Dipimpin langsung oleh AKBP Ivan Wahyudi, tim terus melakukan investigasi mendalam guna mengungkap jaringan dan dampak dari peredaran oli ilegal tersebut.
Saat ini, proses pemeriksaan intensif terhadap pemilik usaha serta merek oli yang diduga dipalsukan masih berlangsung. Selain itu, sampel oli telah dikirim ke laboratorium forensik untuk diuji secara ilmiah guna memastikan keaslian produk serta kandungan zat di dalamnya.
AKBP Ivan Wahyudi menjelaskan bahwa penyidikan kasus ini berlandaskan pada Undang-Undang tentang Merek serta Perlindungan Konsumen. Menurutnya, pemalsuan oli tidak hanya melanggar hak kekayaan intelektual, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi konsumen.
“Tim kami tidak hanya fokus pada pemalsuan merek, tapi juga pada bahaya nyata yang ditimbulkan bagi konsumen. Oli palsu bisa menyebabkan kerusakan serius pada mesin kendaraan dan membahayakan keselamatan pengguna,” jelas Ivan, Selasa (10/6/25) di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, hasil uji laboratorium akan menjadi bukti penting untuk memperkuat proses hukum terhadap para pelaku. Penindakan ini diharapkan menjadi efek jera bagi pihak-pihak yang berusaha merugikan masyarakat melalui produk-produk ilegal.
Polda Sulbar menegaskan komitmennya dalam menindak tegas pelaku kejahatan ekonomi, khususnya yang membahayakan keselamatan publik dan stabilitas ekonomi daerah. Informasi terkait perkembangan kasus ini akan terus diperbarui dan disampaikan secara resmi melalui Bidang Humas Polda Sulbar.
Dalam kesempatan yang sama, AKBP Ivan Wahyudi turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran oli palsu. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi produk ilegal yang beredar di pasaran.
“Langkah ini merupakan bentuk nyata perlindungan Polda Sulbar kepada masyarakat, serta upaya menjaga ekosistem ekonomi yang sehat dan aman di wilayah Sulawesi Barat,” pungkasnya.
Humas Polda Sulbar










Komentar