PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan serta memberikan pendampingan kepada masyarakat petani, jajaran Polsek Bambalamotu melaksanakan pengecekan lahan pertanian jagung milik warga yang mengalami gagal panen di Dusun Torenda, Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Senin (6/4/2026) pukul 09.30 Wita.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian, khususnya dalam membantu petani menghadapi berbagai kendala di lapangan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi Polri bersama masyarakat agar petani tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan saat menghadapi persoalan di sektor pertanian.
Lahan yang dilakukan pengecekan diketahui milik Sapruddin, anggota Kelompok Tani Bina Harapan, dengan luas sekitar 2 hektare. Pada lahan tersebut ditanami jagung menggunakan bibit merek JFR bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pasangkayu sebanyak 15 kilogram. Penanaman dilakukan pada pertengahan Januari 2026, dengan estimasi panen akhir April 2026.
Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung tersebut mengalami gagal panen. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab, di antaranya pertumbuhan tanaman yang kerdil, pembusukan pada buah, batang yang mudah patah, kerusakan saat buah masih muda, hingga kondisi jagung yang menghitam seperti terbakar.
AKP Yauri Yusuf menjelaskan, pengecekan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi lahan sekaligus mengidentifikasi penyebab kegagalan panen, sehingga ke depan dapat dilakukan langkah antisipasi dan penanganan yang lebih tepat.
Selain itu, petani juga diimbau untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian desa guna mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi, sehingga kejadian serupa tidak terulang pada musim tanam berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, petani juga diberikan motivasi agar tidak patah semangat. Kegagalan panen diharapkan menjadi pembelajaran untuk meningkatkan pengelolaan lahan, perawatan tanaman, serta kecepatan dalam mendeteksi gangguan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa petani tidak merasa sendiri saat menghadapi kendala di lapangan. Sinergi antara petani, penyuluh, dan pihak terkait sangat penting agar hasil pertanian ke depan lebih maksimal dan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga,” ujar AKP Yauri Yusuf.
Kegiatan pengecekan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Secara umum, situasi di wilayah tersebut tetap kondusif. Diharapkan, melalui pendampingan dan koordinasi berkelanjutan, program ketahanan pangan di Kabupaten Pasangkayu dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)








