MAMUJU,NEWSPAS.NET— Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga, mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan aparatur atau pejabat yang menyalahgunakan kewenangan.
Imbauan tersebut disampaikan langsung Wagub saat memberikan tausiyah singkat kepada jamaah usai pelaksanaan Salat Jumat di mesjid Jami Nurul Hijrah Axuri Mamuju, Jumat (19/12/2025).
Di hadapan jamaah, Wagub menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Menurutnya, pengawasan publik menjadi kunci untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“Kalau ada pejabat yang melenceng, yang tidak melayani masyarakat dengan baik, atau menyalahgunakan jabatan, silakan dilaporkan. Saya justru berterima kasih kalau ada masyarakat yang berani melapor,” kata Wagub.
Ia menekankan bahwa laporan masyarakat bukan bentuk permusuhan, melainkan wujud kepedulian terhadap perbaikan pelayanan publik. Dengan adanya keterbukaan dan keberanian melapor, kata dia, pejabat akan terdorong bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh jamaah untuk memulai perubahan dari diri sendiri melalui introspeksi. Ia menegaskan bahwa perbaikan moral tidak selalu harus menunggu nasihat dari orang lain, melainkan lahir dari kesadaran pribadi.
“Tidak perlu sibuk menasihati orang lain. Mari kita sama-sama mengintrospeksi diri dan memperbaiki diri kita masing-masing,” ujar Wagub di hadapan jamaah.
Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh akhlak masyarakatnya. Ia menekankan bahwa negara akan menjadi kuat jika rakyatnya menjunjung nilai-nilai moral dan etika, sebaliknya kehancuran akan datang apabila akhlak masyarakatnya rusak.
“Sebuah negara yang rakyatnya berakhlak baik akan menjadi negara yang kuat. Tapi jika masyarakatnya berakhlak buruk, maka negara itu perlahan akan hancur,” tegasnya.
Selain pesan moral, Wagub juga menyinggung kondisi pemerintah daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia memastikan bahwa di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah tetap memprioritaskan sisi kemanusiaan, khususnya bagi kelompok rentan.
Ia menyebut perhatian utama diarahkan kepada masyarakat miskin ekstrem, ibu hamil, serta keluarga yang memiliki balita, agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan tidak masuk dalam kategori stunting.
“Efisiensi tidak boleh menghilangkan kepedulian. Kemanusiaan tetap menjadi prioritas, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak agar generasi kita tumbuh sehat,” katanya.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga berkomitmen memberikan bantuan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu yang memiliki prestasi. Program ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus memutus rantai kemiskinan.
Wagub menegaskan, pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak, sehat, dan berpendidikan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan berdaya saing.(*)








