PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Sejumlah warga di Kabupaten Pasangkayu mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang dijual di tingkat eceran. Di beberapa titik, harga eceran mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter, jauh di atas harga resmi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pantauan di lapangan menunjukkan, penjualan BBM eceran tersebut banyak ditemukan di sekitar SPBU Bulu Cindolo dan SPBU Ako, dengan jarak hanya sekitar 30 hingga 50 meter dari lokasi SPBU.
“Kita bisa lihat sendiri, penjualan eceran di pinggir jalan poros dekat SPBU menjual dengan harga Rp14.000 sampai Rp15.000 per liter. Bisa dibayangkan bagaimana harga di daerah pelosok, mungkin sudah tembus Rp20.000,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Jumat (24/10/2025).
Warga tersebut berharap agar aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait segera turun tangan untuk menertibkan praktik penjualan BBM bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Di SPBU saja harga Pertalite masih Rp10.000 per liter, tapi di eceran bisa naik sampai Rp14.000. Ini tentu sangat memberatkan masyarakat,” tambahnya.
Keluhan warga ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Dinas Koperindag Pasangkayu dan aparat kepolisian, agar segera melakukan pengawasan serta penindakan terhadap pengecer yang diduga mengambil keuntungan berlebih dari penjualan BBM bersubsidi.
Pewarta:(As)









Komentar