Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Gelar Reses Serap Aspirasi Masyarakat

Newspas.net

PASANGKAYU,NEWSPAS.NET– Dalam rangka masa sidang pertama Tahun 2025-2026, anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi dengan konstituen di daerah pemilihan masing-masing.

 

Anggota DPRD Pasangkayu dari Fraksi Gabungan Kebangkitan Amanat Demokrasi, Adi Nurcahyo, menggelar reses di Desa Karya Bersama dan Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, serta Desa Malei, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Oplus_16908288

Selama reses, Adi berdialog dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, yang sebagian besar terkait dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, reses merupakan ruang penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan mendesak.

 

“Permasalahan infrastruktur seperti jalan, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sosial, masih menjadi aspirasi paling banyak disampaikan masyarakat. Hal ini akan kami perjuangkan agar masuk dalam program prioritas pembangunan Kabupaten Pasangkayu,” ujar Adi, Senin (8/12/2025).

 

Adi menekankan bahwa reses menjadi momentum bagi anggota dewan untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami selaku perwakilan rakyat di DPRD mendorong pemerintah kabupaten mempercepat pembangunan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga,” tambah politisi PKB itu.

 

Selain itu, Adi menyampaikan bahwa efisiensi anggaran, sebagai kebijakan nasional, berdampak langsung pada arah pembangunan daerah. Aspirasi masyarakat yang terkumpul selama reses akan menjadi dasar penyusunan program tahun berikutnya, sekaligus landasan pengawasan DPRD terhadap program pemerintah yang menggunakan APBD.

Oplus_16908288

Adi juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang memahami keterbatasan keuangan daerah. Ia menekankan bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat menjadi kunci agar aspirasi tetap dapat diakomodasi sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah.

 

“Masyarakat saat ini memahami situasi anggaran daerah, namun masukan dan kebutuhan warga tetap kami catat untuk diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan anggaran mendatang,” tutup Adi. (Dar)

Komentar