PASANGKAYU,NEWSPAS.NET– Asrama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pasangkayu yang terletak di wilayah Kota Palu kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan yang seharusnya menjadi tempat tinggal sekaligus pusat aktivitas mahasiswa asal Pasangkayu tersebut dilaporkan terbengkalai dan tidak terawat, sehingga mengalami kerusakan serius serta menjadi sasaran pencurian.
Berdasarkan hasil pengamatan langsung Ardiansa, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Sarudu (IPMKS), kondisi asrama yang dibiarkan tanpa perawatan menyebabkan berbagai fasilitas rusak dan hilang. Sejumlah aset seperti dap air, pintu, jendela, instalasi listrik, lampu, pagar, serta perlengkapan bangunan lainnya dilaporkan rusak dan raib akibat aksi pencurian yang terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026.
Ironisnya, Ardiansa mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasangkayu telah berulang kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi asrama. Namun, hingga kini peninjauan tersebut tidak pernah diikuti dengan langkah konkret berupa perbaikan maupun pengamanan bangunan.
“Peninjauan dari Pemda Pasangkayu sudah sering dilakukan. Tapi sampai hari ini tidak ada realisasi apa pun. Asrama tetap dibiarkan terbengkalai dan tanpa pengamanan,” ujar Ardiansa, Melalui Pesan WhatsApp pada hari Selasa 13/1/2026
Asrama LPM Pasangkayu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat aktivitas organisasi mahasiswa Pasangkayu. Di tempat ini, mahasiswa menjalankan kegiatan pengkaderan, diskusi ilmiah, serta membangun jaringan silaturahmi antar sesama mahasiswa. Keberadaan asrama juga dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi orang tua, karena mahasiswa tidak perlu menyewa rumah kost di Kota Palu maupun daerah sekitarnya.
“Asrama ini seharusnya menjadi rumah kedua bagi kami. Selain tempat tinggal, kami juga melaksanakan kegiatan organisasi, pengkaderan, dan diskusi. Tempat ini penting untuk membangun solidaritas antar mahasiswa Pasangkayu,” tambah Ardiansa.
Dampak dari pembiaran tersebut dirasakan langsung oleh para penghuni asrama. Salah seorang mahasiswa, Muh Ikram, mengaku mengalami kerugian material akibat pencurian yang terjadi di lingkungan asrama.
“Beberapa barang pribadi saya hilang, seperti laptop, kompor, tabung gas, hingga lampu. Kerugian ini sangat berdampak pada aktivitas perkuliahan dan kebutuhan sehari-hari kami,” ungkapnya.
Para mahasiswa juga menilai minimnya pengamanan serta kondisi bangunan yang rusak membuat asrama sangat rawan dimasuki orang tak dikenal, terutama pada malam hari. Situasi ini menimbulkan rasa tidak aman bagi para penghuni.
Menurut Ardiansa, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengelola aset daerah. Pembiaran asrama tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian negara akibat hilangnya aset, tetapi juga menempatkan mahasiswa dalam situasi yang tidak aman.
IPMKS pun mendesak Pemda Pasangkayu agar segera mengambil langkah nyata, mulai dari pengamanan aset, perbaikan fasilitas, hingga kejelasan status dan pemanfaatan asrama ke depan.
“Kami berharap Pemda tidak hanya datang meninjau, tetapi juga bertanggung jawab melalui tindakan nyata. Jika kondisi ini terus dibiarkan, mahasiswa akan terus menjadi korban,” tegas Ardiansa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pasangkayu terkait realisasi penanganan maupun rencana pemanfaatan kembali Asrama LPM Pasangkayu.(Dar)








