PASANGKAYU,NEWSPAS.NET— Sebuah truk pengangkut minyak kemasan mengalami kecelakaan tunggal di jalan pabrik minyak PT SL, Jalan Tanjung Bakau, Dusun Panebunggu, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Sabtu (7/2/2026).
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA. Truk berwarna hijau itu terbalik menyamping dan melintang, menutup hampir seluruh badan jalan sehingga sempat mengganggu arus kendaraan di lokasi kejadian.

Di lokasi, truk tampak rebah di sisi kanan jalan dengan posisi kolong kendaraan menghadap ke arah pengguna jalan. Roda-roda truk berada di bagian atas, sementara badan kendaraan menempel langsung di permukaan jalan berbatu.
Truk tersebut mengangkut minyak kemasan bantal bermerek “Minyak Kita”. Sebagian muatan masih berada di dalam bak truk, sementara sebagian lainnya dievakuasi oleh rekan-rekan sesama sopir.
Terlihat sejumlah sopir membantu memindahkan minyak kemasan yang berserakan ke truk lain. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan mengangkat satu per satu kemasan minyak sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Sopir truk, Waldi (30), yang ditemui di lokasi kejadian bersama istrinya, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat ia melintasi jalan menanjak di pendakian keluar area pabrik.
“Waktu menanjak, as kiri patah. Istri saya menyuruh turun dari mobil untuk mencari ganjalan roda. Tidak lama kemudian mobil mundur dan langsung ambruk,” ujar Waldi di tempat Kejadian
Ia menyebutkan, truk yang dikemudikannya membawa muatan minyak kemasan dengan kapasitas sekitar 9 ton. Menurutnya, kecelakaan di titik tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Ini sudah kejadian yang ketiga kalinya di tempat ini, karena kondisi jalan memang jelek,” ungkapnya.
Akibat insiden tersebut, Waldi mengaku sempat pingsan saat truk terbalik. Meski demikian, ia bersyukur hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, istrinya berhasil keluar dari truk sebelum kendaraan sepenuhnya terbalik dan tidak mengalami luka serius.
Kondisi jalan menuju area perusahaan PT TSL sebelumnya juga telah lama dikeluhkan masyarakat. Keluhan tersebut kerap disampaikan melalui media sosial, salah satunya oleh warga bernama Muhammad Sarwan Al Fatih, yang menyoroti kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan operasional perusahaan.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pihak PT TSL sebelumnya telah berkomitmen kepada masyarakat untuk melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan. Komitmen itu tertuang dalam surat pernyataan tertanggal 6 Agustus 2015 yang disepakati bersama masyarakat setempat. Namun hingga memasuki tahun 2026, realisasi perbaikan jalan tersebut belum juga dilakukan.(Dar)








