PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – UPTD Air Bersih Pasangkayu mengaku mengalami kendala serius dalam menangani perbaikan pipa transmisi yang patah di Dusun Mandar 2, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu. Kendala utama tersebut disebabkan minimnya tenaga teknis yang dimiliki saat ini.
Kepala UPTD Air Bersih Pasangkayu, Munawwir, mengatakan keterlambatan penanganan kerusakan pipa terjadi akibat keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga teknis lapangan. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Menurut Munawwir, lokasi pipa yang mengalami kerusakan berada cukup jauh dan sulit dijangkau. Selain itu, proses perbaikan membutuhkan peralatan berat, termasuk mesin las berukuran besar.
“Jarak lokasi pipa patah itu sangat jauh. Kalau mau dilas, pasti harus membawa mesin besar, sementara kami kekurangan tenaga teknis,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya UPTD Air Bersih Pasangkayu memiliki sembilan tenaga teknis. Namun, seluruhnya kini tidak lagi aktif setelah tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru-baru ini dilaksanakan.
“Sembilan tenaga teknis kami tidak lolos PPPK paruh waktu. Sekarang berdasarkan aturan, sudah tidak ada lagi tenaga honorer,” kata Munawwir.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat pihak UPTD kesulitan melibatkan kembali para tenaga teknis dalam proses perbaikan pipa.
“Mana mau mereka diajak perbaiki pipa, kalau gajinya sudah tidak ada,” tambahnya.
Selain persoalan tenaga teknis, keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan dalam penanganan kerusakan pipa transmisi tersebut. Saat ini, UPTD Air Bersih Pasangkayu masih terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasangkayu untuk mencari solusi terbaik agar perbaikan pipa dapat segera dilakukan dan distribusi air bersih kembali normal.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Pasangkayu, Sri Irda Ayu, membenarkan bahwa sembilan tenaga teknis UPTD Air Bersih Pasangkayu tidak lolos seleksi PPPK paruh waktu.
Ia menjelaskan, terdapat dua faktor utama penyebabnya. “Pertama karena masa pengabdian mereka belum cukup dua tahun, dan kedua karena yang bersangkutan sudah pernah mendaftar CPNS,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Meski demikian, pihak Dinas PU Pasangkayu mengaku masih terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan kekurangan tenaga teknis tersebut.
“Sampai saat ini kami masih terus mencari solusi agar permasalahan ini bisa segera ditangani,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat Kelurahan Pasangkayu mendesak agar perbaikan pipa air bersih segera dilakukan. Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari akibat aliran air yang terhenti selama beberapa hari terakhir. (*)








