DONGGALA, NEWSPAS.NET – Kekecewaan mendalam dirasakan masyarakat Towiora atas hilangnya spanduk yang mereka pasang di area Hak Guna Usaha (HGU) PT Lestari Tani Teladan (PT. LTT). Spanduk tersebut menjadi simbol perjuangan warga dalam memperjuangkan hak atas lahan yang sedang disengketakan.
Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Towiora Menggugat menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Donggala pada Jumat, 18 Juli 2025. Namun, kekecewaan muncul saat mereka kembali ke lokasi aksi di sekitar lahan HGU PT. LTT dan mendapati spanduk yang sebelumnya terpasang telah hilang.
“Kami sangat kecewa atas hilangnya spanduk tersebut. Padahal proses tuntutan kami belum selesai. Ini jelas bentuk intimidasi terhadap perjuangan masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat Towiora dengan nada geram.
Warga menduga ada pihak tertentu yang dengan sengaja mencopot atau merusak spanduk tanpa izin. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap aspirasi rakyat yang tengah memperjuangkan keadilan agraria.
“Kami mengutuk keras tindakan ini. Jangan anggap ini akhir. Kami akan cari tahu siapa pelakunya. Semoga ada saksi yang melihat kejadian ini,” tambah tokoh tersebut.
Masyarakat Towiora mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kejadian ini dan memberikan jaminan perlindungan terhadap warga yang menyuarakan hak-haknya. Mereka berharap aksi damai dan upaya penyelesaian konflik tidak dibalas dengan tindakan represif atau intimidatif.(As)









Komentar