POLMAN, NEWSPAS.NET – Sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kalangan menggelar audiensi dengan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, di Rumah Jonga Takatidung, Kamis (7/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas penataan ulang kepengurusan Yayasan Korban 40.000 Jiwa Galun Lombok, yang dinilai belum berjalan optimal dalam memperjuangkan hak dan keadilan bagi para korban serta ahli waris.
Para tokoh menyampaikan aspirasi agar yayasan yang dibentuk sebagai bentuk penghormatan atas tragedi kemanusiaan tersebut dikelola secara lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan para korban. Salah satu poin utama yang disoroti adalah pentingnya restrukturisasi pengurus yayasan dengan melibatkan sosok-sosok berintegritas tinggi dan memiliki komitmen terhadap nilai kemanusiaan.
“Kami berharap pemerintah provinsi dapat memfasilitasi dan mengawasi proses pembenahan ini, agar keberadaan yayasan benar-benar memberi manfaat nyata bagi para korban dan keturunannya,” ujar Kalma Katta.
Menanggapi hal itu, Wagub Sulbar Salim S. Mengga menyambut baik aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan, pemerintah siap mendukung langkah-langkah penyehatan organisasi yayasan demi kepentingan bersama.
“Tragedi yang menewaskan sekitar 40.000 jiwa ini merupakan luka sejarah yang tidak boleh dilupakan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menceritakan kisah perjuangan rakyat Sulbar yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Menurutnya, banyak keluarga menjadi korban, berjuang bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga mempertahankan harga diri dan nilai kemanusiaan.(*)









Komentar