PASANGKAYU,NEWSPAS.NET — Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait dugaan tumpang tindih (overlap) lahan antara masyarakat Desa Ako dan Desa Pakawa dengan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan memicu kemarahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasangkayu, Kamis (2/4/2026).
Rapat yang digelar di ruang aspirasi DPRD, Jalan Abdul Muis, Pasangkayu itu dipimpin langsung Ketua DPRD Pasangkayu, Irfandi Yaumil Ambon Djiwa, didampingi anggota DPRD Adi Nur Cahyo, serta dihadiri perwakilan instansi terkait, pihak Kementerian ATR/BPN, dan masyarakat terdampak.

Namun, jalannya rapat justru diwarnai kekecewaan. Dua perusahaan yang diundang, yakni PT Pasangkayu dan PT Mamuang (anak perusahaan dari Astra Agro Lestari Group), tidak menghadiri rapat tanpa mengirimkan perwakilan.
Ketidakhadiran tersebut memicu reaksi keras dari pimpinan DPRD. Irfandi secara terbuka meluapkan kemarahannya atas sikap perusahaan yang dinilai tidak menghargai undangan resmi lembaga legislatif.

“Perusahaan ini memang nakal. Sudah dua hari kami undang, hari ini baru memberi kabar tidak sempat hadir, bahkan tidak ada perwakilan,” tegasnya.
Ia menilai, sikap tersebut bukan hanya bentuk pengabaian terhadap DPRD, tetapi juga terhadap masyarakat yang tengah memperjuangkan hak atas lahannya.
“Kalau kami sebagai lembaga saja tidak dihargai, apalagi masyarakat. Ini sangat tidak menghargai DPRD,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Tak berhenti di situ, Irfandi juga melontarkan peringatan keras kepada pihak perusahaan. Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian dari pihak perusahaan.

“Ini jadi catatan. Kalau saya menemukan kesalahan atau kelalaian perusahaan, saya sendiri yang akan memimpin masyarakat untuk menduduki lahan tersebut. Saya tidak main-main,” ujarnya.
Akibat situasi yang memanas, rapat akhirnya diskors dan akan dijadwalkan kembali dalam waktu yang belum ditentukan, dengan harapan seluruh pihak, khususnya perusahaan terkait, dapat hadir untuk memberikan penjelasan dan mencari solusi atas konflik lahan yang terjadi.(Dar)








