PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menggelar kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasangkayu ke-23 tahun 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Dusun Nunu, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Kamis (16/04).
Napak tilas ini dihadiri oleh Wakil Ketua dan anggota DPRD Pasangkayu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten Pasangkayu, para pejuang yang tergabung dalam Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta panitia pelaksana.
Rombongan napak tilas dipimpin langsung oleh Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, dengan titik start dari Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, menuju ibu kota Kabupaten Pasangkayu.

Dalam sambutannya, Bupati Yaumil Ambo Djiwa menegaskan bahwa kegiatan napak tilas bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk mengenang, memahami, dan meneladani semangat perjuangan para pendahulu.
“Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk kembali menapaki jejak sejarah lahirnya Kabupaten Pasangkayu yang penuh dengan pengorbanan, kebersamaan, dan tekad yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa terbentuknya Kabupaten Pasangkayu merupakan hasil perjuangan panjang para tokoh dan masyarakat yang tergabung dalam KAPKP, yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi terwujudnya daerah otonom.

“Oleh karena itu, melalui momentum ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenang dan menghargai jasa para pejuang. Semangat persatuan, kerja keras, dan pantang menyerah harus menjadi inspirasi dalam membangun daerah,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota KAPKP atas jasa dan pengabdian mereka yang tidak akan pernah dilupakan.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan buah dari perjuangan para pendahulu. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus melanjutkan cita-cita tersebut melalui pembangunan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di usia ke-23 ini, kita telah melihat kemajuan di berbagai sektor. Namun tantangan ke depan tidaklah ringan. Dibutuhkan komitmen, sinergi, dan kerja bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan napak tilas ini mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, kecintaan terhadap daerah, serta rasa memiliki, khususnya bagi generasi muda.
“Kegiatan ini harus menjadi sarana pembelajaran sejarah agar kita tidak kehilangan jati diri dan arah dalam membangun masa depan,” tutupnya








