DPRD Pasangkayu Gelar RDPU Terkait Lonjakan Harga Beras, Bulog Siap Gelar GPM

Newspas.net

PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Dalam upaya menekan lonjakan harga beras yang terus meroket di Kabupaten Pasangkayu, DPRD Pasangkayu menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama sejumlah pihak terkait, Rabu (23/7/2025).

 

Rapat yang berlangsung di ruang Komisi II Kantor DPRD Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, turut menghadirkan Bulog Cabang Mamuju, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Pasangkayu.

Oplus_16777216

Kepala Bulog Cabang Mamuju, Muhammad Wahyudin, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan instansi terkait guna menanggulangi persoalan harga beras.

 

 “Kami dalam waktu dekat akan kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan menyalurkan beras SPHP ke kios-kios yang telah terverifikasi dan divalidasi. Paling lambat pekan ini akan segera kami laksanakan,” ujar Wahyudin.

 

 

 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu, Farid Zuniawansyah, menegaskan perlunya percepatan program pengendalian harga yang bersifat menyeluruh.

 

 “Kami minta Bulog dan dinas terkait benar-benar serius menangani ini. Kalau nanti setelah pelaksanaan belum juga ada solusi konkret, kami akan jadwalkan rapat lanjutan,” tegas Farid dalam rapat.

 

 

Oplus_16777216

Dari pihak pemerintah daerah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Pasangkayu, Afriani, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk menggelar GPM di seluruh kecamatan yang ada.

 

 “Gerakan Pangan Murah akan digelar di 12 kecamatan. Kami minta kepada Bulog agar mendukung dengan menyediakan beras SPHP sebanyak 4 ton per kecamatan,” ungkapnya.

 

 

 

Permintaan tersebut langsung direspons positif oleh Bulog yang menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Afriani juga menambahkan bahwa sebelumnya program GPM sempat terhenti karena keterbatasan stok beras.

 

Langkah kolaboratif antara Bulog, DPRD, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menstabilkan harga beras yang kian membebani masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.(*)

 

Komentar