DAERAHLINGKUNGAN

Kadis Kominfo Pasangkayu Dorong Pers Sajikan Liputan Investigatif Berbasis Data dan Fakta

×

Kadis Kominfo Pasangkayu Dorong Pers Sajikan Liputan Investigatif Berbasis Data dan Fakta

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasangkayu, Zulfikar, mengajak insan pers untuk memperkuat liputan investigatif yang berbasis data dan fakta, sehingga pemberitaan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengungkap dampak nyata berbagai program pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Zulfikar saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-4 Ikatan Jurnalis Pasangkayu (IJP) bertema “Peran Jurnalis dalam Mengawal Pembangunan dan Isu ASN Ber-KTP Luar” di Warkop Jurnalis, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pasangkayu, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasangkayu Suhardi mewakili Bupati Pasangkayu, Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu Muh Dasri, Kepala Disdukcapil Muh Abduh, perwakilan BKPSDM, Bapperida, Ketua LBH Pasangkayu Asdar, politisi Herman Yunus, Bawaslu, KPU, Humas Polres Pasangkayu, tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta insan pers.

Diskusi yang dipandu pengurus IJP sekaligus jurnalis TVRI Sulawesi Barat, Darmawan, berlangsung interaktif. Para narasumber dan peserta saling bertukar pandangan mengenai pembangunan daerah serta penguatan fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Dalam pemaparannya, Zulfikar menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun. Menurutnya, pembangunan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan.

Ia mencontohkan pembangunan jalan harus mampu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian maupun usaha, hingga berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Jalan yang baik harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, pendapatan ikut naik dan kemiskinan ekstrem dapat ditekan. Siklus pembangunan seperti inilah yang perlu kita pikirkan bersama,” ujar Zulfikar.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menjelaskan hubungan antara pembangunan fisik dengan dampak ekonomi maupun sosial yang dihasilkan, sehingga masyarakat memahami manfaat dari setiap program pemerintah.

Karena itu, ia berharap jurnalis tidak hanya menyajikan berita seremonial atau proyek infrastruktur, tetapi juga memperkuat liputan investigatif mengenai pelaksanaan berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat.

“Saya berharap teman-teman jurnalis lebih memperkuat liputan investigatif sehingga masyarakat mengetahui berbagai program pemerintah yang sedang berjalan. Misalnya, bagaimana penanganan stunting dilakukan, bagaimana program pemberdayaan masyarakat berjalan, dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Zulfikar menilai pemberitaan investigatif yang disusun berdasarkan data dan fakta tidak hanya memberikan informasi yang utuh kepada publik, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan kebijakan.

Selain berfungsi sebagai kontrol sosial, media juga memiliki peran edukatif yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Dialog tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lain. Asisten II Setda Pasangkayu Suhardi menegaskan pers merupakan mitra strategis pemerintah. Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu Muh Dasri mengajak media mengawal pembangunan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Sementara BKPSDM memaparkan perkembangan penataan ASN ber-KTP luar daerah, Bapperida menyoroti peran media dalam menyosialisasikan arah pembangunan, Kepala Disdukcapil Muh Abduh optimistis jumlah penduduk Pasangkayu terus meningkat, Ketua LBH Pasangkayu Asdar mendorong lahirnya pemberitaan yang edukatif dan berimbang, serta Herman Yunus mengingatkan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Sepanjang dialog berlangsung, suasana diskusi berjalan dinamis. Tokoh masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan insan pers turut menyampaikan kritik, saran, serta pandangan terhadap berbagai isu pembangunan di Kabupaten Pasangkayu.

Melalui forum tersebut, HUT Ke-4 IJP tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih transparan, partisipatif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (*Red)