DAERAHLINGKUNGAN

Hari Kedua Sosialisasi RHL, Agus Ambo Djiwa Tekankan Sinergi Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan

×

Hari Kedua Sosialisasi RHL, Agus Ambo Djiwa Tekankan Sinergi Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan

Sebarkan artikel ini

PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Anggota DPR RI Komisi IV Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat, Agus Ambo Djiwa, kembali menghadiri hari kedua kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Pasangkayu. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta memulihkan lahan yang terdegradasi.

 

Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan RI itu berlangsung di Aula Hotel Trisakti, Jalan Fatmawati, Pasangkayu, Kamis (30/7/2026). Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas unsur masyarakat, Kelompok Tani Hutan (KTH), serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kehutanan.

 

Dalam sambutannya, Agus Ambo Djiwa menegaskan bahwa keberhasilan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama agar pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.

 

“Pelaksanaan RHL tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar program ini berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Agus.

 

Mantan Bupati Pasangkayu itu juga menyoroti pentingnya pemetaan wilayah aliran sungai sebagai dasar dalam menentukan langkah rehabilitasi yang tepat. Ia menyebut kawasan Sungai Lariang bagian utara yang termasuk dalam cakupan Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu–Poso menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan rehabilitasi.

Sementara itu, Kepala Seksi Balai Pengelolaan DAS Karana, Erwin Popang, menjelaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

 

Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga kelestarian hutan, memulihkan lahan yang terdegradasi, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem di Kabupaten Pasangkayu.(*Red)