DAERAHLINGKUNGAN

Miris! Siswa SMA Negeri 1 Bulu Taba Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Kursi

×

Miris! Siswa SMA Negeri 1 Bulu Taba Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Kursi

Sebarkan artikel ini

PASANGKAYU,NEWSPAS.NET– Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Kabupaten Pasangkayu kembali mencuat. Puluhan siswa di SMA Negeri 1 Bulu Taba dilaporkan terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi sejak awal tahun ajaran baru.

Akibat keterbatasan fasilitas tersebut, para siswa harus duduk di lantai selama proses pembelajaran berlangsung.

Kondisi itu dikeluhkan para siswa karena dinilai mengurangi kenyamanan dan membuat mereka sulit berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran.

Alumni SMA Negeri 1 Bulu Taba, Ariwidarta, angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat agar segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialami sekolah tersebut.

Ariwidarta yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (IPMA) menilai minimnya fasilitas belajar merupakan persoalan serius. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari proses belajar mengajar, tetapi juga harus didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Jangan sampai anak-anak kita dipaksa belajar di lantai ketika pemerintah terus berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi harus segera turun melihat langsung kondisi di SMA Negeri 1 Bulu Taba,” kata Ariwidarta, Kamis (6/8/2026).

Ia menegaskan, para siswa berhak memperoleh lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan manusiawi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan segera mengambil langkah konkret dengan memenuhi kebutuhan meja dan kursi belajar di SMA Negeri 1 Bulu Taba.

“Kami mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat agar tidak buta melihat kondisi pendidikan di Kabupaten Pasangkayu. Jangan sampai siswa menjadi korban lambannya penanganan fasilitas pendidikan,” tegasnya.

Ariwidarta berharap kebutuhan meja dan kursi di sekolah tersebut dapat segera dipenuhi sehingga para siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan lebih layak, nyaman, dan bermartabat.(*Red)