DAERAHLINGKUNGAN

Jembatan Garuda Merah Putih Diresmikan, Hubungkan Desa Pangiang dan Polewali

×

Jembatan Garuda Merah Putih Diresmikan, Hubungkan Desa Pangiang dan Polewali

Sebarkan artikel ini

PASANGKAYU,NEWSPAS.NET— Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Pangiang dan Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, resmi diresmikan pada Senin (14/9/2026).

 

Jembatan tersebut dibangun melalui program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui TNI. Program ini difokuskan untuk membantu percepatan pemerataan pembangunan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pelosok dan daerah 3T, yakni Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

 

Program pembangunan infrastruktur dasar tersebut meliputi pembangunan Jembatan Desa atau Jembatan Garuda, penyediaan titik air bersih, serta rehabilitasi fasilitas umum, seperti sekolah, sarana ibadah, dan jalan penghubung di daerah pedalaman.

 

Di Kabupaten Pasangkayu sendiri, terdapat sejumlah titik pekerjaan. Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang menjadi akses penghubung antara Desa Pangiang dan Desa Polewali di Kecamatan Bambalamotu.

 

Peresmian jembatan tersebut dihadiri langsung Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira yang membawahi wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.

 

Turut hadir Dalam Peresmian ini,Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Arh Imam Hanafi, Kepala Kejaksaan Negeri Pasangkayu Teddy Widodo, Asisten II Suardi, jajaran pejabat Kodam XXIII/Palaka Wira dan Korem 142/Tatag, personel Kodim 1427/Pasangkayu, jajaran Koramil 1427/01 Pasangkayu, Koramil 1427/02 Pasangkayu dan Koramil 1427/03, serta unsur Forkopimda Kabupaten Pasangkayudam masyarakat sekitar.

 

Jembatan yang dibangun tersebut memiliki panjang sekitar 18 meter dan menjadi salah satu jembatan terpanjang yang dibangun oleh Kodam XXIII/Palaka Wira hingga saat ini.

 

Meski secara langsung menghubungkan dua desa, keberadaan jembatan ini memiliki fungsi strategis karena menjadi salah satu akses masyarakat menuju sejumlah desa lainnya, termasuk wilayah yang berada di kecamatan lain.

 

Pembangunan jembatan ini juga merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pemerintah daerah dalam pembenahan infrastruktur, khususnya untuk membuka dan memperlancar akses transportasi masyarakat.

 

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi warga, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat serta memudahkan pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah produksi menuju pusat-pusat ekonomi.

 

Dalam sambutannya, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui TNI.

 

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sekaligus dirawat dengan baik oleh masyarakat.

 

“Agar fasilitas yang kami bangun ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Mayjen TNI Jonathan.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI untuk membantu pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyediakan akses yang dapat menunjang berbagai aktivitas sehari-hari warga.

 

Jembatan Garuda Merah Putih juga diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antara Desa Pangiang dan Desa Polewali, tetapi menjadi akses penting yang mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.

 

Pangdam juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat setempat. Keterlibatan warga, baik melalui tenaga maupun dukungan materi, menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.

 

“Tanpa bantuan dan dukungan masyarakat, baik berupa tenaga maupun materi, pembangunan jembatan ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

 

Menurutnya, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi gambaran kuatnya sinergi dalam membangun infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

 

“Gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan dalam pembangunan. Infrastruktur ini diharapkan dapat membuka akses transportasi dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan bahwa terdapat enam titik pembangunan Jembatan Garuda di Kabupaten Pasangkayu. Sementara di wilayah Sulawesi Barat, jumlah pembangunan terbanyak berada di Kabupaten Polewali Mandar dengan 16 titik pembangunan jembatan.

 

Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih ini sekaligus menjadi momentum sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang memiliki manfaat langsung bagi warga, terutama masyarakat yang berada di wilayah pedesaan.(*Red/Udin)