Aliansi Masyarakat Baras Kembali Gelar Aksi Tuntut PT Palma Bertanggung Jawab atas Pencemaran Lingkungan

Newspas.net

PASANGKAYU, NEWSPAS.NET — Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kecamatan Baras kembali turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas operasional PT Palma Sumber Lestari. Aksi ini digelar di depan kantor perusahaan yang berlokasi di wilayah Baras, Kabupaten Pasangkayu, pada Selasa (18/6/2025).

 

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) menyampaikan bahwa aksi ini merupakan lanjutan dari perjuangan masyarakat yang merasa dirugikan dan terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan. Mereka menegaskan akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh pihak perusahaan.

 

Adapun sebelas poin tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi meliputi:

 

1. Pemulihan lingkungan di Desa Kasano, Kelurahan Baras, dan Desa Bulu Parigi.

2. Penormalisasian tambak dan sungai yang terdampak.

3. Kompensasi hasil tambak dari tahun 2023 hingga 2025.

4. Penghentian pengaliran limbah perusahaan dari kolam ke sungai yang menyebabkan pencemaran.

5. Pemberian kompensasi kepada nelayan Desa Kasano yang kehilangan hasil tangkapan akibat pencemaran limbah.

6. Pemulihan menyeluruh terhadap ekosistem sungai yang tercemar dari hulu ke hilir, khususnya di Kecamatan Baras.

7. Normalisasi tambak yang rusak dan kompensasi atas kerugian yang dialami warga.

8. Permintaan agar perusahaan menghentikan secara permanen pembuangan limbah ke sungai masyarakat.

9. Kompensasi khusus untuk nelayan tangkapan Desa Kasano.

10. Kenaikan upah buruh bongkar muat (ship).

11. Penghentian tindakan kriminalisasi dan pemecatan semena-mena terhadap karyawan.

 

 

 

Namun, hingga aksi ini berlangsung, pihak PT Palma Sumber Lestari belum memberikan tanggapan atau menemui para demonstran.

 

Kekecewaan pun disuarakan oleh Korlap dalam orasinya, “Kalau pihak PT Palma tidak mau menemui kami untuk berdiskusi, maka kami akan laporkan ke pemerintah provinsi, dalam hal ini Pak Gubernur, bahwa pihak PT Palma tidak menanggapi tuntutan kami,” tegasnya.

 

Massa aksi menuntut agar perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi yang mereka alami. Aksi ini berjalan damai dan mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan setempat.(AS)

Komentar