PASANGKAYU,NEWSPAS.NET, 1 September 2025 — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Solidaritas Pasangkayu berlangsung damai di depan kantor DPRD Kabupaten Pasangkayu pada Senin Siang (1/9). Para demonstran yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan aktivis, menyuarakan 13 tuntutan yang berkaitan dengan keadilan sosial, reformasi hukum, hingga kesejahteraan guru.
Aksi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pasangkayu Dr. Hj. Herny Agus, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pasangkayu, Dandim 1427/Pasangkayu, Kapolres Pasangkayu, Sekretaris Daerah Pasangkayu, serta jajaran terkait lainnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, Irfandi Yaumil, secara langsung menyambut massa aksi dan mempersilakan mereka masuk ke dalam ruang paripurna DPRD. Di ruang tersebut, perwakilan massa membacakan tuntutan mereka satu per satu.

13 Tuntutan Aksi Solidaritas Pasangkayu:
1. Sahkan UU Perampasan Aset
2. Pecat anggota DPR yang terbukti menghina rakyat dan tidak mewakili kepentingan partai politik
3. Bebaskan massa aksi yang ditangkap dalam demo tanggal 25, 28, dan 29 Agustus 2025
4. Batalkan kenaikan tunjangan DPR dan dorong transparansi anggaran
5. Batalkan rencana kenaikan pajak yang memberatkan masyarakat
6. Adili pembunuh Affan Kurniawan dan lengserkan Kapolri jika gagal melindungi rakyat
7. Tetapkan standar gaji layak bagi guru-guru Indonesia
8. Reformasi kepolisian agar profesional dan berpihak pada rakyat
9. Tegakkan supremasi hukum di Kabupaten Pasangkayu
10. Selesaikan konflik agraria di wilayah Pasangkayu
11. Evaluasi kinerja Bupati dalam pembangunan daerah
12. Carikan solusi untuk guru yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun
13. Atasi kelangkaan BBM bersubsidi di Pasangkayu

Ketua DPRD Irfandi Yaumil mengapresiasi aksi damai tersebut dan menyampaikan komitmennya untuk menyalurkan aspirasi rakyat ke tingkat pusat.
“Kami siap menyampaikan tuntutannya untuk kami sampaikan di pusat dan tidak salah kami terima di gedung DPRD ini, karena ini milik masyarakat Pasangkayu,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Wakil Bupati Pasangkayu, yang turut hadir, dalam sambutannya mengajak peserta aksi untuk tetap menjaga keamanan daerah.
“Sebelumnya saya sudah sampaikan ke ketua kalian, anak-anakku, tolong jaga Kabupaten Pasangkayu, cintai Pasangkayu. Jika kalian datang ke sini, itu tandanya bentuk cinta kalian terhadap daerah ini,” katanya.
“Kita semua tahu bahwa aksi anarkis justru akan merugikan kita sendiri yang tinggal di Kabupaten Pasangkayu ini.”

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Farid, juga menyambut langsung kehadiran massa di gedung DPRD dan menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal semua tuntutan rakyat.
“Kami secara kelembagaan akan mengawal tuntutan yang disuarakan oleh rakyat, dan jangan pernah ragukan itu,” tegasnya.

Aksi damai ini ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara massa aksi dan DPRD Kabupaten Pasangkayu sebagai bentuk komitmen bersama untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang telah disampaikan.(As)









Komentar