DONGGALA,NEWSPAS.NET— Sengketa lahan antara PT LTT dan Aliansi Masyarakat Taviora Bersatu kembali memanas di penghujung tahun 2025. Ketegangan terjadi di area sengketa yang berlokasi di Afdeling Juliet, Jalan Poros Taviora, Kabupaten Donggala,Sulteng,pada Rabu (31/12/2025).
Konflik dipicu oleh aktivitas perusahaan yang menggali akses jalan di Blok Kade menggunakan alat berat ekskavator. Akibat penggalian tersebut, jalan yang selama ini digunakan masyarakat aliansi tidak dapat dilalui. Warga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penutupan akses vital bagi masyarakat setempat.
Aliansi Masyarakat Taviora Bersatu pun melayangkan protes keras atas tindakan perusahaan. Situasi semakin memanas ketika sejumlah warga yang disebut pro-perusahaan terlibat adu mulut dengan massa aliansi. Dalam insiden tersebut, dilaporkan ada warga yang mencabut senjata tajam, sehingga nyaris terjadi bentrokan antar kedua kelompok.
Sukman, salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Taviora Bersatu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan.
“Kami tidak terima perusahaan menggunakan premanisme Kalau memang harus baku parang, kami juga siap,” ujar Sukman.
Ketegangan di lokasi sengketa sempat mereda setelah aparat TNI yang berjaga segera turun tangan untuk melerai kedua belah pihak dan mengamankan situasi agar tidak terjadi bentrokan fisik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT LTT belum memberikan keterangan resmi terkait penutupan akses jalan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah daerah serta pihak terkait dapat segera turun tangan guna mencari solusi damai atas sengketa lahan yang telah berlangsung lama ini.(Dar)









