DONGGALA,NEWSPAS.NET, — Aliansi Masyarakat Towiora Bersatu kembali angkat suara terkait konflik lahan antara warga dan PT Lestari Tani Teladan (LTT) yang belum menemukan titik terang. Sorotan utama kali ini tertuju pada kehadiran aparat TNI yang disebut kerap berada di lokasi setiap kali perusahaan melakukan aktivitas, terutama saat panen berlangsung.
Dalam sebuah video yang beredar dan diterima wartawan pada Sabtu (18/10), terlihat seorang tokoh masyarakat sedang beradu argumen dengan aparat TNI di area yang disengketakan. Dalam percakapan tersebut, tokoh masyarakat tersebut mempertanyakan dasar kehadiran aparat di lokasi.
“Saya tidak mempermasalahkan soal panen. Yang saya pertanyakan, kenapa bapak-bapak TNI selalu ada di sini saat perusahaan panen? Kalau memang bapak ditugaskan untuk mendampingi perusahaan, mana surat tugasnya?” ujarnya dalam video.
Aliansi Masyarakat Towiora Menggugat menilai bahwa keberadaan aparat di tengah sengketa lahan berpotensi memicu ketegangan dan memperkeruh suasana. Mereka juga mempertanyakan netralitas aparat negara dalam konflik ini.
“Kami menginginkan proses hukum yang adil dan terbuka. Kehadiran aparat seharusnya untuk menjaga ketertiban, bukan memberikan kesan keberpihakan kepada perusahaan,” ujar salah satu warga Tawiora
Warga berharap pihak berwenang, baik dari militer maupun sipil, dapat mengambil sikap netral dan profesional hingga status hukum atas lahan tersebut benar-benar jelas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun PT LTT terkait insiden yang terjadi di lapangan.(*)










Komentar