PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Sejumlah warga Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, melayangkan protes terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa yang dinilai tidak sesuai harapan. Protes tersebut mencuat melalui unggahan video di akun Facebook Ady Paska yang memperlihatkan keluhan masyarakat terkait pembangunan gorong-gorong di wilayah desa.
Dalam unggahan tersebut, warga mempertanyakan perubahan jenis pembangunan yang semula diharapkan menggunakan plat deker, namun justru dikerjakan menggunakan gorong-gorong. Menurut warga, keputusan tersebut dinilai kurang tepat karena saluran air di lokasi itu selama ini sering tidak mampu menampung debit air saat musim hujan. Dengan anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp29 juta, Bersumber APBDes (DD) warga berharap pembangunan tetap menggunakan plat deker yang dianggap lebih efektif.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Doda, Irfan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (24/6/2026), menjelaskan bahwa pembangunan gorong-gorong telah melalui proses musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, kepala dusun setempat, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Doda.
Ia mengatakan, keputusan menggunakan gorong-gorong diambil berdasarkan hasil kesepakatan bersama. Selain itu, kondisi plat deker lama sudah tidak layak digunakan karena mengalami kerusakan dan runtuh, sehingga menyebabkan aliran air tersumbat.
“Plat deker yang lama sudah rusak dan runtuh sehingga menghambat aliran air. Karena itu, melalui hasil musyawarah disepakati pembangunan menggunakan gorong-gorong,” ujar Irfan.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp29 juta digunakan untuk pengadaan material dan biaya pekerjaan. Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), harga satu unit gorong-gorong sekitar Rp750 ribu dengan kebutuhan sebanyak 18 unit, ditambah biaya upah pekerja.
Irfan juga menegaskan bahwa pekerjaan yang menjadi sorotan warga masih dalam tahap pelaksanaan dan belum selesai sesuai dengan RAB yang telah disusun. Setelah pemasangan gorong-gorong rampung, pemerintah desa masih akan membangun talut di sisi kiri dan kanan sebagai bagian dari paket pekerjaan.
“Pekerjaan yang beredar di video itu masih dalam proses dan belum rampung sesuai RAB yang telah disusun. Nantinya juga akan dibangun talut di samping kiri dan kanan gorong-gorong,” jelasnya.
Pemerintah Desa Doda berharap masyarakat dapat menunggu hingga seluruh tahapan pekerjaan selesai agar hasil pembangunan dapat dinilai secara utuh sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati bersama.(*Dar)









