PASANGKAYU, NEWSPAS.NET – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasangkayu menggelar Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Ruang Pola Kantor Bupati Pasangkayu, Jalan Ir. Soekarno-Hatta, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu Muh. Zain Machmoed yang mewakili Bupati Pasangkayu, Kepala BPS Kabupaten Pasangkayu Hirlan Kheril, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pasangkayu, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta para peserta pencanangan.
Dalam sambutan sekaligus laporannya, Kepala BPS Kabupaten Pasangkayu Hirlan Kheril menyampaikan bahwa pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan saat ini petugas masih aktif melakukan pendataan di lapangan.

Menurutnya, proses pendataan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kondisi data usaha yang terus berubah sehingga membutuhkan verifikasi secara berkelanjutan.
“Pendataan sementara telah mencapai sekitar delapan persen di Kabupaten Pasangkayu, sedangkan secara nasional sudah mencapai sekitar 23 persen. Walaupun belum sesuai target, progresnya terus meningkat setiap hari,” ujarnya.
Hirlan menjelaskan, BPS memiliki peran strategis dalam menyediakan data statistik yang akurat sebagai dasar evaluasi, penyusunan kebijakan, dan perencanaan pembangunan daerah.
“Data yang dihasilkan BPS melalui sensus ekonomi, sensus penduduk, dan sensus pertanian menjadi rujukan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan,” katanya.
Ia juga menyoroti masih adanya ketidaktepatan data yang berdampak pada penyaluran berbagai program bantuan sosial. Melalui Sensus Ekonomi 2026, diharapkan kualitas data dapat diperbaiki sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.

Selain melaporkan perkembangan sensus, Hirlan menyampaikan penetapan tiga Desa Cantik di Kecamatan Pedongga, yakni Desa Pedongga, Desa Pedanda, dan Desa Martasari.
Ia berharap hasil sensus mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi daerah, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, khususnya UMKM. Dengan demikian, pemerintah dapat menyusun program pembinaan, pelatihan, dan bantuan yang lebih tepat sasaran.
“Semua perusahaan yang ada di Kabupaten Pasangkayu akan didata, tidak ada yang ditinggalkan,” tegasnya.
Hirlan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat luas.
Ia mengimbau masyarakat agar memberikan data yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas sensus demi menghasilkan data statistik yang berkualitas.

Sementara itu, Bupati Pasangkayu yang diwakili Sekretaris Daerah Muh. Zain Machmoed mengapresiasi BPS Kabupaten Pasangkayu yang terus berkomitmen melaksanakan berbagai program statistik nasional.
Ia berharap penetapan Desa Pedongga, Desa Pedanda, dan Desa Martasari sebagai Desa Cantik dapat menjadi motivasi sekaligus contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Pasangkayu dalam meningkatkan kualitas tata kelola data pembangunan.
“Semoga desa-desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Cantik dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk membangun sistem data yang lebih baik, sehingga mendukung pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu bersama BPS berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dengan dukungan seluruh pihak sehingga menghasilkan data yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional.(*Red/Dar)









